Responsive Banner design

Dukungan Amerika untuk Oposisi Moderat Suriah


Menteri Luar Negeri Amerika Serika John Kerry percaya dengan kelompok oposisis Moderat Suriah, karena itu dia mendukung penuh bantuan senjata, Kerry mengatakan pihak oposisi moderat suriah punya kemampuan untuk bisa memastikan senjata-senjata sampai ke mereka dan bukan kepihak-pihak yang salah. Kerry pun mengatakan Amerika akan terus bekerjasama dengan kawan-kawannya di timur tengah untuk memberdayakan pihak oposisi suriah. (kompas, 05/03/13)

Komentar:
Umat islam harus memahami bahwa pihak oposisi moderat yang Amerika maksud adalah Koalisi Nasional Suriah yang saat ini di pimpin oleh Ahmed Moaz al Khatib dan bukanlah mujahidin suriah. Karena bagi Amerika, mujahidin suriah yang menginginkan islam adalah teroris. Tidak hanya itu, umat islam juga harus memahami bahwa yang di maksud kawan-kawan Amerika adalah rezim Mesir yang saat ini dipimpin oleh Mursi, rezim Turkey yang saat ini di pimpin oleh Erdogan dan rezim Arab Saudi yang saat ini di pimpin oleh Abdullah. Mereka semua adalah kawan-kawan Amerika untuk membajak revolusi suriah ini.    

Peringatan Keras untuk Mursi, Erdogan dan Abdullah, Kalian tidak perlu mengajarkan rakyat suriah untuk mengambil sistem demokrasi sekuler sebagaimana negara kalian pimpin saat ini, karena para mujahidin dan rakyat suriah tidak pernah puas sebelum sistem khilafah yang menjadi negara sah mereka. Sehebat apapun makar Amerika yang mengunakan kalian sebagai anteknya, tetap saja makar Allahlah yang terbaik untuk menolong para mujahidin Suriah.

Rakyat suriah tidak pernah sendiri, mereka telah mendapatkan dukungan dari seluruh penjuru umat islam dunia yang juga menginginkan sistem khilafah sebagai negara mereka, rakyat suriah tidak perlu takut karena mereka berdiri diatas tanah yang di berkahi, sehingga pertolongan Allah itu sangat dekat mereka.

Pemerkosaan dan Perampokan di Angkot


Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta agar kaum perempuan yang menggunakan sarana transportasi angkutan umum saat berpergian hendaknya tidak menggunakan rok mini. "Saya mengimbau, kaum hawa tidak mengenakan rok mini saat naik angkutan kota" katanya, kepada wartawan usai salat Jumat di Balaikota Hal ini sampaikan oleh Fauzi Bowo setelah adanya wanita yang berinisial ‘RS’, seorang karyawati yang menjadi korban pemerkosaan dan perampokan oleh empat orang pria di dalam angkot. (inilah.com, 11/09/2011)

Dengan adanya kejadian pemerkosaan ini maka wajar jika politikus DPR Priyo Budi Santoso menganggap ini bisa menjadi terror bagi masyarakat Jakarta "Ini teror baru dalam masyarakat kita. Sulit di terima masyarakat berpikiran sehat," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyikapi terjadinya pemerkosaan di angkutan umum, di gedung DPR, Jumat (inilah.com, 16/9/2011).

Komentar Politik

Dalam sistem sekuler, wanita tidak di wajibkan untuk menutup auratnya dengan sempurna, mereka di berikan kebebasan untuk memilih apakah ingin memakai jilbab atau rok mini, sehingga wajar jika pemerkosaan dalam Negara ini sering terjadi. Bahkan Menurut Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala kepada okezone, Jumat (16/9/2011) kasus perkosaan di Indonesia terjadi setiap 36 jam sekali.  Artinya, dalam setiap 3 hari terjadi 2 kasus perkosaan.  Ini juga bisa kita saksikan di beberapa Negara yang mengadopsi sistem Demokrasi Sekuler seperti Amerika, Inggris, Turkey dan lain-lain.

Dalam sistem sekuler, pelaku pemerkosaan hanya diberikan sanksi yang ringan misalnya penjara, sehingga tidak membuat efek jera bagi para pelakuknya. Oleh karena itu wajar jika dalam Negara sekuler ini pelaku pemerkosaan dan perampokan bertebaran dimana-mana. Sedangkan hukuman bagi perampok telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya, “Sesungguhnya, hukuman terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, adalah mereka dibunuh atau disalib, dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang, atau dibuang (keluar daerah). Yang demikian itu, (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar.” (QS. Al-Maidah: 33). Dari ayat di atas, ada empat pilihan hukuman untuk perampok, yaitu dibunuh, disalib, dipotong kaki dan tangannya dengan bersilang. Misalnya: dipotong tangan kiri dan kaki kanan.  Atau dapat juga diasingkan atau dibuang.  Qadhi dalam Pengadilan boleh memilih salah satu di antara empat pilihan hukuman di atas sesuai dengan tindak kejahatan yang dilakukan.

Dalam sistem Islam, perempuan diwajibkan mengenakan penutup kepala (khimar) Dan hendaklah mereka [perempuan beriman] menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (QS An-Nuur [24] : 31). Dan pakaian panjang (jilbab), “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu,  dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” Dan Allah adalah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.”(Al-Ahzab 59). Mereka tidak diwajibkan menutupi wajah mereka, meskipun jika ingin, mereka boleh mengenakannya sesuai pendapat fukaha yang mereka ikuti, demikian juga mereka diperbolehkan memakai burqa bila memang berkehendak.

Sungguh tidak ada plihan lain bagi umat islam khususnya muslimah untuk sungguh-sungguh berjuang demi tegaknya syariah Allah dalam sebuah institusi Negara Khilafah Islamiyah, karena dengan itulah muslimah akan terjaga kehormatannya.  


Peledakan Bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh


Aksi bom bunuh diri terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Bom meledak pada Minggu (25/9/2011) pukul 10.55 WIB. Seorang dinyatakan tewas dengan kondisi bagian perut hancur terburai di lantai depan Gereja Bethel Kepunton Solo. Korban tewas diduga adalah pelaku bom bunuh diri itu sendiri. (voa-islam 26/09/2011)

Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri Selasa, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam memastikan bahwa pelaku peledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo adalah Achmad Yosepa alias Hayat (kompas.com 27/09/2011)


Komentar:

Siapapun pelaku dan apa motivasinya, peristiwa ini harus dikutuk. Tindakan keji ini bertentangan sama sekali dengan ajaran Islam. Sangat jelas, syariat Islam melarang dengan tegas melukai apalagi membunuh siapapun tanpa alasan yang dibenarkan secara syar’iy, terlebih bila tindakan itu menimbulkan kematian bagi dirinya.

Peristiwa ini, sarat dengan permainan intelejen, seperti yang di katakan oleh mantan Direktur Bakin AC Manullang yang berpendapat bahwa aksi pemboman tersebut pada dasarnya bagian dari operasi intelijen yang tersusun secara rapi dan orang yang menjalankannya pun tidak mengetahuinya. ”Biasanya ada penyusupan yang memprovokasi kelompok radikal untuk melakukan bom bunuh diri,” paparnya. Begitupula dengan apa yg diungkapakn oleh Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, Apabila intelijen diakui tidak kecolongan, harusnya mereka sudah memperkirakan atau sudah tahu bahwa akan ada kejadian ledakan bom. "Pernyataan yang harus diuji kebenarannya. Kalau benar tidak kecolongan, maka aparat intelejen sesungguhnya sudah "memperkirakan" atau "sudah tahu" bahwa bom itu akan terjadi," ujarnya (Tribunnews.com, 26/9/2011). Artinya kita sudah bisa memastikan bahwa sebelum peristiwa ini terjadi intelejen sudah mengetahui bahwa akan terjadi peledakan bom di Solo.

Peristiwa ini juga mengindikasikan adanya keterlibatan intelejen asing didalamnya, ini sesuai dengan apa yang di katakana oleh Ustadz Bernard Abdul Jabar, dari Forum Umat Islam (FUI) “Sekarang ada 60.000 intel asing di Indonesia berkeliaran. Mereka menyusup ke Negara ini, tapi kenapa Intel kita tidak bertindak? Ini mau diapakan?” ujarnya. Isu adanya puluhan ribu intel asing memang bukan hisapan jempol semata. Setidaknya, hal ini pernah dilontarkan oleh Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, pada tahun 2003. Eramuslim.com, (26/9). Inilah yang membuktikan bahwa sangat terlihat jelas, adanya upaya dari orang-orang kafir untuk menghancurkan umat islam.

Peristiwa ini juga bermaksud unutk mengalihkan isu dari bobroknya pemerintahan saat ini yang terlilit oleh kasus korupsi khususnya sebuah parti yang berkuasa berserta sejumlah menteri-menteri pemerintahan. Disamping itu juga, ada upaya untuk menjadikan momen peledakan bom ini untuk mengesakan secepat mungkin RUU intelejen agar Intelejen mempunyai hak untuk menangkap orang yang di indikasikan sebagai teroris.

Sungguh kami peringatkan siapapun yang ingin menghancurkan umat islam, dengan firman Allah, “wa makaruu wamakarallaah, wallaahu khairul maakiriin”. Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya itu, Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ali Imran ayat 54)


Kegagalan Sistem Pendidikan Indonesia


Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku prihatin dengan aksi kekerasan siswa dalam bentrok dengan wartawan di depan komplek SMAN 6 Jakarta.  Ketua KPAI, Maria Ulfa Anshor, menuding, orang tua murid dan pendidik SMAN 6 salah dalam melakukan pembinaan karakter siswa. "Ini kok "liar" ya, berani memukul wartawan," ujar Maria di Jakarta, Selasa (republika online, 20/09/2011).

Komentar:

Inilah bukti kegagalan nyata dari sistem pendidikan yang dibangun dari sistem sekuler, peserta didik bukannya malah menjadi lebih baik mereka malah bertambah jauh dari kepribadian islam yang menyebabkan mereka ‘liar’.

Dalam Islam tujuan pendidikan adalah membangun kepribadian islami, pola pikir (aqliyah) dan jiwa (nafsiyah) bagi umat, yaitu dengan cara menanamkan tsaqafah Islam berupa akidah, pemikiran dan perilaku islami ke dalam akal dan jiwa anak didik.

Tidak heran jika dalam sistem pendidikan islam mampu melahirkan banyak para ulama dan cendekiawan Muslim terkemuka dengan karyanya yang gemilang seperti para Imam Madzhab. Imam Syafii, misalnya, menurut al-Marwazi, karyanya mencapai 113 kitab tentang tafsir, fikih, adab, adapun Imam Ahmad bin Hanbal menyusun kitabnya yang terkenal, Al-Musnad. Cendekiawan Muslim lainnya di era Khilafah bukan hanya fakih di bidang agama, tetapi juga menghasilkan kaya ilmu sains yang diakui dunia misalnya di bidang kedokteran terdapat Ibnu Sina, di bidang fisika terdapat Al-Kindi. Karya mereka diakui memberikan sumbangan pada era renaisaince Eropa. Menurut Sir Thomas Arnold, “tanpa peran Arab (Muslim)  (di era Kekhilafahan Islam), peradaban modern Eropa bisa jadi tidak bangkit sama sekali”. “It is highly probable that, but for the Arabs (Muslims), modern European civilization would never have arisen at all.” (Sir Thomas Arnold and Alfred Guillaume, The Legacy of Islam, 1997).

Sungguh, tidak ada pilihan lain bagi umat islam untuk kembali bersungguh-sungguh memperjuangkan syariah dan khilafah, sudah saatnya negeri ini dan negeri-negeri Muslim lainnya mengganti seluruh tatanan kehidupannya, termasuk pendidikan dengan Ideologi Islam, agar lahir secara massal generasi-generasi yang berkualitas tinggi, yang mampu mengembalikan kemuliaan Islam dan kemuliaan kaum Muslim di seluruh dunia.



Koalisi Nasional Suriah Menarik Diri

Payung oposisi Suriah yakni Koalisi Nasional Suriah menarik diri dari sejumlah agenda pertemuan Internasional untuk membahas krisis Suriah. Langkah ini bentuk protes ‘kegagalan’ dunia Internasional menghentikan krisis. (kompas, 24/02/13)

Komentar:
Berharap pada dunia Internasional (Amerika, PBB dan Negara-negara Eropa) adalah kesalahan fatal dari Koalisi Nasional Suriah. Justru Dunia Internasional tidak akan mendukung perubahan di Suriah yang menginginkan sistem Islam. Amerika justru memaksakan sistem demokrasi untuk Suriah sedangkan umat islam Suriah menolaknya.

Rakyat Suriah pun telah bersumpah tidak akan mengharapkan pertolongan dari Amerika, Obama, Erdogan dan kepada siapapun kecuali kepada Allah, karena bagi rakyat suriah sebaik-baik penolong adalah Allah, Dialah yang memberikan pertoloangan kepada para mujahidin suriah yang menginginkan sistem khilafah.

Amerika Mendukung Pemerintah untuk Masalah Papua

Pemerintah Amerika Serikat mengecam aksi kekerasan di Papua yang menewaskan delapan prajurit TNI kamis lalu. Selain itu, AS juga mendukung pemerintah mengejar , manahan dan menghukum para pelaku penyerangan sesuai dengan hukum. (kompas, 24/02/13)

Komentar:
Sesungguhnya Amerika ada dibalik gerakan serangan seperatis di papua, oleh karenanya, umat islam tidak oleh tertipu dengan turut mengecamnya Amerika terhadap, karena upaya itu tidak lain untuk mengalihkan dan mengaburkan fakta tentang keberadaan Amerika di balik gerakan separatis.

Jika Amerika serius ingin membantu Indonesia untuk menghilangkan konflik di Papua seharusnya mereka menarik perusahaan milik mereka di papua yakni PT. Freeport, karena masyakarat Papua tidak mendapatkan kesejahteraannya semenjak kekayaan alam mereka di kelola oleh perusahaan asing.

Papua adalah negeri kaum muslimin, karenanya pertarungan ini adalah pertarungan antara dua Ideologi dunia, yakni kapitalisme yang mengingankan papua lepas dari Indonesia, dengan ideologi Islam yang menginginkan agar Papua tetap menjadi bagian dari Indonesia sebagai tanah kaum muslimin.

Papua Kembali Memanas


Papua kembali memanas, serangan kelompok sipil bersenjata di dua tempat berbeda di Tingginambut dan Sinak menewaskan 8 prajurit dan 2 warga sipil. Serangan juga melukai seorang perwira dan menyebabkan seorang anggota TNI belum di ketahui nasibnya. (kompas, 22/02/13)

Komentar:
Persoalan papua sederhana saja, mereka tidak mendapatkan apa-apa dari tanah mereka, yang mereka dapat hanya penjajahan perusahaan dan pengrusakan lingkungan yang diakibatkan oleh para kapitalis.

Patut pula di curigai bahwa upaya yang sistemis yang di mainkan oleh intelejen asing untuk berupaya melepaskan papua dari Indonesia, tentunya upaya-upaya ini di dukung oleh negara-negara barat.
Haram bagi kaum muslimin melepaskan tanah papua, karena itu adalah tanah umat islam dan wajib bagi umat islam untuk menjaganya, namun sangat disayangkan penjaga itu tidak ada dan kaum umat islam lemah karena terpecah belah, inilah urgensi dari kebutuhan umat islam akan teganya Khilafah islam sebagai penjaga. 

Kepala Negara dan Partai Politik


Sekertris Kabinet Dipo Alam membantah anggapan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak lagi fokus pada pemerintahan sejak mengambil alih kepemimpinan partainya dalam upaya penyelamatan dan pembersiahan partai demokrat. Menurut dia, Presiden hanya melakukan aktivitas partai ketika akhir pekan. (kompas, 19/02/2013)


Komentar:
Seorang kepala di wajibkan untuk fokus mengurus urusan rakyatnya, tidak mungkin membagi fokus lagi mengurus partai politiknya dengan segudang masalah di tambah setumpuk masalah di negara ini, maka omong kosong jika presiden bisa fokus mengurus rakyatnya.
Dalam sistem demokrasi, kekuasaan adalah orientasi setiap partai politik, maka wajar jika parpol di dalam sistem ini hanya fokus bagaimana  mengurusi partainya karena mereka harus mendapakan kembali kekuasaannya pada pemilu tahun 2014 nantinya.
Dalam sistem politik Islam, seorang kepala negara tidak boleh lagi terlibat dalam aktivitas sebuah organisasi atau partai politik, kepala negara diwajibkan untuk fokus mengurusi urusan rakyat.  Begitupun dengan Amir hizb jika menjadi Khalifah, beliau wajib mengundurkan diri dari Hizbut Tahrir dan tidak akan berkaitan lagi dengan aktivitas kondisi Hizbut Tahrir.